Astragraphia Dukung Vaksinasi Covid-19 Lansia Melalui Penyediaan Sarana dan Prasarana Solusi Dokumen

Awal tahun 2021, pemerintah memulai program vaksinasi Covid-19 dan menetapkan program ini menjadi sebuah gerakan nasional, bukan lagi program pemerintah. Hal ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 99 tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Berdasarkan data dan informasi yang ada, saat ini, dengan target 200 ribu vaksinasi per hari di seluruh Indonesia, banyak stakeholders dan pihak lain turut mendukung pengadaan dan penyelenggaraan gerakan vaksinasi mulai dari pemerintah, perusahaan, organisasi masyarakat sampai kelompok alumni sekolah. Salah satunya adalah Sentra Vaksinasi Serviam yang bekerja sama dengan Astragraphia. 

Foto caption: Salah satu petugas sedang melakukan pencetakan label di perangkat multifungsi yang disediakan oleh Astragraphia.

 

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Printing and Digital Services, Astragraphia tergerak untuk dapat memberikan dukungannya sesuai dengan kapabilitas perusahaan dalam gerakan vaksinasi ini. Astragraphia memberikan kontribusi berupa penyediaan fasilitas 7 (tujuh) perangkat multifungsi beserta consumables dan kertas secara gratis. 
Fasilitas ini dapat digunakan oleh petugas admin, tim dokter, dan juga peserta vaksin. Solusi dokumen diperlukan antara lain untuk melakukan fotocopy KTP, mencetak formulir dan label, serta kebutuhan perdokumenan lainnya dapat dilakukan dengan cepat sehingga proses administrasi menjadi jauh lebih efisien dan membantu para panitia dan peserta vaksinasi lansia ini. 

Gerakan Vaksinasi ini diselenggarakan selama 3 bulan, mulai dari 20 Maret 2021 hingga 10 Juni 2021. Acara berlokasi di Jl. Lapangan Banteng Utara No. 10, Jakarta Pusat. Vaksinasi ini terbuka untuk umum, informasi pendaftaran dapat di akses di: http://www.vaksinasiserviam.com/registrasi2.php

Saat ini program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah memasuki tahap kedua yang ditujukan untuk warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun dan pekerja publik. Bagi lansia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menerima vaksin Covid-19, terutama dari segi kesehatan. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kesehatan, pada kelompok lansia vaksin diberikan sebanyak dua dosis dengan interval atau jeda waktu 28 hari. Vaksin sendiri pada dasarnya adalah virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan, dengan harapan virus yang sudah dimatikan itu akan membentuk kekebalan dalam tubuh.

 

Setiap harinya sekitar 500 orang lansia ditargetkan menerima vaksin, dan semoga upaya ini akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh mereka sehingga terhindar dari virus Covid-19.

 

Secara umum, berikut adalah lansia yang akan menerima vaksin harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Lansia dalam kondisi sehat, tidak batuk/pilek /demam/sesak nafas dalam tujuh hari terakhir.
  2. Lansia merupakan penyintas Covid-19 lebih dari tiga bulan (bagi yang pernah terinfeksi).
  3. Lansia tidak sedang menderita penyakit jantung. /liver/ginjal kronis atau melakukan prosedur cuci darah
  4. Lansia tidak dalam proses pengobatan kanker/gangguan pembekuan darah/pengobatan defisiensi imun/sedang transfusi darah.
  5. Lansia yang memiliki riwayat penyakit epilepsi/diabetes melitus/HIV/penyakit paru (asma, PPOK) harus dalam keadaan terkontrol.
  6. Tidak menerima vaksinasi lain dalam kurun waktu sebulan terakhir.

 

Astragraphia berharap dengan kontribusi yang diberikan oleh Astragraphia dapat benar-benar mendukung Gerakan Vaksinasi ini dan Astragraphia juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat yang memiliki anggota keluarga usia lanjut, agar secepatnya melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19.

 

Sumber: lifestyle.kompas.com; health.detik.com; kesehatan.kontan.co.id; liputan6.com